baznas Ngawi
Ketua BAZNAS RI : Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat
22/04/2026 | hamdaniKetua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan zakat ke dalam sistem perekonomian nasional arus utama (mainstream). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi zakat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Hal ini disampaikan Sodik saat menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar oleh Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) di gedung PBNU, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Sodik menyampaikan kunci efektivitas zakat terletak pada akurasi data. Oleh karena itu, saat ini BAZNAS tengah memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk bersama Bappenas dan BPS untuk menyinkronkan data pemetaan mustahik dan muzaki.
"Data masyarakat di Desil 3 ke bawah akan difokuskan sebagai basis data mustahik, sementara Desil 4 hingga 8 menjadi pemetaan bagi muzaki. Dengan data yang akurat, pengelolaan zakat akan lebih tepat sasaran," ujar Sodik di Gedung PBNU Jakarta.
Menurut Sodik, zakat bukan sekedar kewajiban agama dengan membagikannya kepada 8 asnaf penerima zakat, melainkan merupakan instrumen fiskal dan ekonomi syariah yang berkeadilan. Karena zakat berfungsi mendistribusikan kekayaan dari muzaki kepada mustahik.
"Kita mengelola BAZNAS bukan hanya sekedar membagi kepada delapan asnaf, tapi yang lebih besar lagi adalah bagaimana itu merupakan instrumen dari ekonomi syariah yang tumbuh berkeadilan," jelasnya.
Sedangkan Wakil Ketua Umum PBNU Dr. K.H. Amin Said Husni, M.A., dalam kesempatan tersebut menitipkan pesan strategis mengenai pentingnya peran lembaga zakat dalam memitigasi dampak krisis global akibat perang yang terjadi antara Iran, Amerika dan Israel.
Menurutnya dampak perang tersebut dapat memunculkan efek domino yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat beresiko semakin memperparah kemiskinan di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, PBNU sendiri tengah menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat, sebagai upaya membantu masyarakat meningkatkan ketahanannya dalam menghadapi krisis yang muncul sebagai dampak dari perang tersebut.
"Dampak dari perang ini berisiko memperparah angka kemiskinan yang sudah ada, jadi di sinilah zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi masa sulit," jelasnya.
Sementara wakil Ketua 1 Baznas Ngawi menyampaikan peran pentinngnya Baznas di daerah dalam memperkuat ekonomi dan kesejahteraan .
"Jika seluruh pengelola zakat kompak dan bersatu, insya Allah pengelolaan zakat di Indonesia akan semakin kuat, akuntabel, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat," ujar Hamdani