Isro’ Mikraj BAZNAS Ngawi
BAZNAS Ngawi Gelar Tausiyah Isro' Mikraj Bersama GenRe, Bangun Generasi Muda Berakhlak dan Berintegritas
16/01/2026 | Dr. Samsul Hadi,S.H.I., M.Pd.INgawi, 16 Januari 2026: Momentum peringatan Isro’ Mikraj tidak hanya sekadar peristiwa sejarah religius, tetapi juga sumber nilai dan keteladanan dalam membangun karakter generasi muda. Hal ini menjadi inti dari Tausiyah dan Refleksi Isra Mikraj yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi, bekerja sama dengan Forum Generasi Berencana (GenRe) Ngawi, pada hari jumat, 16 Januari 2026 di Aula Dinas P3AKB Kabupaten Ngawi.
Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Keteladanan Isra Mikraj untuk Regenerasi Kepemimpinan GenRe yang Berintegritas” ini dihadiri puluhan pengurus dan kader GenRe Ngawi. Acara diisi dengan tausiyah singkat, doa, istighosah, serta refleksi mendalam tentang hikmah spiritual dari perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Dr. Hamdani, S.Ag., MA., Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Ngawi yang bertindak sebagai penceramah, menekankan bahwa peristiwa Isra Mikraj adalah sekolah nilai (madrasah al-qiyam) yang sempurna bagi pemuda.
“Perjalanan spiritual Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, bukan hanya tentang mukjizat. Ia adalah simbol perjalanan hidup seorang muslim yang harus kokoh fondasi spiritualnya (iman), memiliki komitmen yang jujur, tanggung jawab besar, dan amanah dalam memegang kepemimpinan,” papar Dr. Hamdani dengan lugas.
Ia menambahkan, nilai-nilai keteladanan utama yang bisa dipetik antara lain keteguhan iman, kejujuran (shiddiq), tanggung jawab, dan amanah. “Inilah karakter dasar yang harus dimiliki calon pemimpin muda, termasuk dalam proses regenerasi kepemimpinan GenRe Ngawi mendatang,” tegasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini juga dimaknai sebagai ikhtiar spiritual kolektif. Sholakhal A.M, Koordinator GenRe Ngawi, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT untuk kelancaran, kebaikan, dan keberkahan dalam proses regenerasi kepengurusan GenRe Ngawi tahun 2026.
“Kami tidak ingin regenerasi sekadar serah terima jabatan atau estafet program. Kami ingin lahir kader-kader penerus yang tidak hanya cakap secara organisasi dan program, tetapi lebih utama lagi, kuat secara moral, spiritual, dan berintegritas tinggi. Dengan bekal itu, kami yakin GenRe Ngawi akan terus relevan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam program genre dan ketahanan keluarga,” ujar Rizki.
Kolaborasi antara BAZNAS Ngawi dan GenRe dalam acara ini mendapat apresiasi tinggi. Dr. Samsul Hadi, S.H.I, M.Pd.I Ketua BAZNAS Kabupaten Ngawi, yang diwakili oleh sekretaris, menyatakan bahwa sinergi dengan elemen pemuda seperti GenRe sangat strategis.
“Pemuda adalah penerus estafet pembangunan. Membina mereka dengan nilai-nilai agama dan akhlak mulia adalah investasi yang tak ternilai. BAZNAS tidak hanya mengurasi zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga peduli pada penguatan karakter bangsa, dimulai dari generasi mudanya,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi doa dan istighosah yang dipimpin langsung oleh Dr. Hamdani, memohon agar proses regenerasi GenRe Ngawi melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu meneladani nilai-nilai Isra Mikraj dalam aksi nyata untuk kemaslahatan umat dan bangsa. (bzs.shi)